Aku dilahirkan di Negara kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan pada 30 tahun yang lalu. Aku mengikuti orangtuaku hijrah ke Martapura karena dirasakan bidang pekerjaan yang digeluti oleh orangtuaku saat itu yaitu bakamasan (pengrajin perhiasan) lebih cocok di Kota tersebut. Hal ini dikarenakan konsumen permata itu kebanyakan dari Martapura. Dahulunya setiap minggu ayahku mengirim barang berupa cincin yang masih mentah / belum dikasih permata bikinannya sendiri itu ke Martapura untuk dijual. Kini hal itu bisa dilakukannya sendiri karena kami telah berada di kota tersebut. Tentu saja hal ini lebih praktis dibandingkan cara seperti dulu. Iya, toh…..? He…he…he…!
Kami menetap di Kota Martapura pada waktu aku berusia 7 tahun. Semula tempat tinggal kami berpindah-pindah. Kini Alhamdulillah setelah sekian tahun akhirnya kami bisa punya rumah sendiri. Rumah kami sekarang berada di desa Mekar kecamatan Martapura Timur.
Tiap hari ayahku pergi ke pasar yang bertempat di Lapangan Cahaya Bumi Selamat. Berangkatnya pada jam 9 pagi dan pulang jam 5 sore. Begitulah keseharian ayahku. Adapun barang yang diperjualbelikan adalah berupa permata, baik itu batu permata, cincin, gelang dan aksesoris lainnya. Bahkan ayahku menambahkan juga pada barang jualannya itu dengan beberapa macam kerajinan khas daerah berupa mandau, obat tradisional dari hutan kalimantan, yaitu akar pasak bumi dan berbagai obat-obatan alami lainnya.